Setelah Meninggal, Mama Mewariskan Abang Jutaan Ringgit, Tapi Mewariskanku Sebuah Jaket Tua, Waktu Aku Lihat Poketnya, Dalamnya Ternyata..

Like Page Kami Di Facebook!

Jom Share...

Waktu aku lahir, nenekku tidak mahu terima aku kerana aku perempuan, dia meminta supaya aku dikasi ke orang lain, tapi mamaku tidak sanggup, cuma mama tidak berani melawan nenek kerana waktu itu keluarga kami memang miskin, apalagi aku masi punya satu abang lelaki.

Kami tinggal di desa kecil, di desa kami setiap perempuan yang tidak boleh melahirkan lelaki itu tidak akan dianggap di keluarganya. Jadi mamaku cuma boleh diam-diam menghantar aku ke rumah papa mama kandungnya buat tinggal disana.

Sampai papaku sudah punya sedikit wang dan pindah ke kota kecil, waktu itu nenek juga sudah meninggal, mama baru berani jemput aku pulang ke rumah. Waktu itu aku sudah 11 tahun, waktu aku pulang abangku sangat benci aku, sekarang juga dia tetep tidak suka sama aku.

Abang sering katakan aku ini mengambil papa mamanya, mengambil barang-barang miliknya, walaupun aku denger, tapi aku tidak pernah bertengkar sama dia, karna aku ngerasa ini juga tidak perlu.

Tahun lalu, mama tiba-tiba pengsan, waktu dianter ke rumah sakit baru tahu ternyata mama kanker stadium akhir dan dokter katakan usianya tinggal 3 bulan. Waktu aku tau hal itu, aku kayak dilempar dari gedung, aku tidak boleh terima hal ini dan aku nangis lama banget.

Mama selalu menghibur aku dan katakan kalau dia tua juga dia tetap akan meninggal, cuma  sekarang lebih awal sedikit aja. Aku mendengar itu terus berasa bersalah banget sama mama, mama membesarkan aku, tapi aku bahkan tidak sempet membalas jasanya.

Akhirnya aku memutuskan berhenti kerja dan pulang ke rumah temankan mama. Waktu pertama aku pulang ke rumah papa mama, abangku terus katakan ke banyak orang kalau aku ni pura-pura baik di hari-hari terakhir mama karna mahu cari untung, dia juga masi ngomong banyak hal yang tidak enak banget.

Aku tak terima dan terus bertengkar sama dia, akhirnya papa datang dan kami baru berhenti dan tidak lanjut lagi. Setelah bertengkar itu, abangku marah dan terus banting pintu pergi dari rumah dan tidak pernah pulang lagi sampe sekarang, bahkan di waktu mama meninggalpun abang tidak ada disana.

Mama ssudah meninggal 2 bulan, papa tiba-tiba telepon dan memintaku pulang, aku pikir ada apa-apa di rumah. Ternyata waktu aku sampe, papa ngeluarin satu kotak dan ngomong sama aku. Mama meninggalakn 30 juta buat abangmu, ini punya kamu.

Aku ambil kotak itu, temenin papaku makan malem itu baru pulang ke kota tempatku kerja.

Setelah pulang, aku buka kotak itu, ternyata di dalemnya ada satu jaket tua yang dulu memang paling mama suka.

Aku keluarin jaket itu dan cuba pake, waktu aku masukin tangan aku ke poketnya, aku menemui ada buku tabungan dan kad bank di dalamnya, waktu aku buka, ternyata dalemnya ada 70 juta !

Aku terkejut, ternyata mama meninggalkan semua ini buat aku…

Alih Bahasa : OHTrending.online

Kakak Iparku Selalu Menghina Aku dan Suami di Depan Keluarga, Namun Foto dalam handset Ini Buat Dia Terdiam!

Aku dan suamiku, hanyalah sebuah keluarga kecil yang dimana suamiku bekerja dengan halal di kota kecil ini. Boleh dikatakan kami pas – pasan, kalau jimat cermat juga boleh lah nabung.

Suamiku anak ke-2 dari 2 bersaudara di keluarganya. Komunikasi kami dengan keluarga kakak sangat jarang sekali! Mertua kami tidak suka dengan isterinya yang kacang lupa akan kulitnya.

Kalau kemana – mana, pasti yang diajak itu pasti aku dan keluarga, tidak pernah keluarga dia, jadi inilah sumber pemecah keluargaku dengan keluarga kakak iparku.

Kakak suamiku pergi ke luar negeri untuk bekerja. Ia bekerja sebagai kuli bangunan dimana negara itu, semua kuli bangunan memiliki pendapatan di atas 10,000!

Karna itulah, kakak suamiku hanya pulang setahun sekali, dan kakak iparku jadinya hanya di rumah menunggu wang suaminya masuk dan dia hanya jaga anak, belanja buat anak, dan jalan – jalan barang anak – anaknya, tak perlu bekerja.

Aku iri sebenarnya, tapi, aku lebih bersyukur kalau 7 hari 24 jam, aku ada suami yang ready untuk mendengarkan curhatku, mendengarkan curhatan anakku, dan selalu bareng kita kemana – mana!

Momen itulah yang aku mau, bukan wang yang berlimpah – limpah tanpa kehadiran lelaki yang selalu menyediakan pundaknya untuk menompangku.

Kakak ipar sekarang tinggal di rumah mertua, dan mereka selalu becok. Setiap kali aku datang ke rumah mertua untuk bawa anak – anak, dia selalu mencari masalah denganku!

Entah itu gaya pakaianku, wajahku yang kusam karna lelah, rambutku yang tak pernah aku urus, dan anak – anak yang tak pernah dibelikan baju baru, dll. Aku marah! Aku selalu becok dengannya, tetapi suamiku selalu berpesan untuk tahan emosiku dan jangan cari masalah dengannya karna yang kita kunjungi bukan dia, tapi mertua.

Kakak iparku ini memang tak tahu malu, padahal dulunya dia juga berasal dari keluarga miskin, sekarang saja sudah boleh pakai gelang emas, rambut yang ditata mengembang seperti gulali, baju yang bermerek, tapi dia tak sadar akan siapa dirinya yang dulu!

2 Tahun yang lalu, kakak ipar pulang dari luar negeri dan dia membawa keluarganya pindah keluar dari rumah mertua ke perkotaan.

Aku harusnya senang, karena setiap kali kalau aku ke rumah mertua, aku tidak akan pernah lihat dia lagi, mertua juga tidak perlu capek – capek berdebat dengan dia lagi!

Tapi entah kenapa, aku tak boleh terima aja, aku jadi sensi! Tapi suamiku mencela, katanya aku tak boleh senang lihat orang lain bahagia. Ya, aku sadar, dan mungkin memang aku harus belajar untuk ikut senang ketika orang yang tak aku suka itu senang.

Tahun lalu, ketika tahun baru menjelang, kakak suamiku akhirnya pulang dan mengajak semua sanak keluarga untuk kumpul di rumah mertua untuk makan malam bersama menjelang tahun baru.

Disaat kita sedang asik – asiknya berbual satu sama lain, dengan sanak saudara yang jarang ketemu, tiba – tiba saja si sok kaya itu memotong pembicaraanku,”Eh ching… itu dompet berapa ya?”, “Dompet biasa aja kok… 2 ratus mungkin, aku beli pas lagi promo aja…”, jawabku merendah.

“Aduh, jadi perempuan itu harus cerdik sikit! Buatlah diri kau cantik dan menarik! Nanti aku belikan yang baru ya, yang harganya 4 ribu.”

Aku sudah emosi, tapi suamiku yang disebelah menepuk pahaku, menandakan untuk tahan emosi. Aku lihat raut wajah suamiku yang tidak berekspresi, aku tahu, itu menandakan dia juga sudah marah besar!

Wanita iblis ini benar – benar sedang memandang rendah kami berdua! Dia lanjut,”Lihat tuh, kerutan di mukamu… Duh ching… Suamimu itu ganteng lho, jangan sampai nanti kalian jalan berdua, dia jadi malu lho! Boleh – boleh dia curang nanti!”

Mendengar kalimat itu, aku langsung mencak, MARAH SEKALI! Aku berdiri dari kursiku, aku keluarkan handset dalam dompet ini, aku buka sebuah kumpulan foto dan aku lempar handsetku ke tengah – tengah meja!

Isi foto itu adalah si wanita iblis itu sedang merangkul lelaki lain di kota! Dia curang! Tidak ada yang tahu selain aku! Aku beberapa kali menangkap dia curang sama lelaki lain saat aku mau berangkat kerja di kota!

Suasana langsung hening. Sampai suara serangga pun kedengeran…

Dia langsung pergi dari meja itu karna malu, dan aku bersama anak suami juga pamitan. Malam itu, aku dimarahin habis – habolehn oleh suamiku, dia tahu kalau aku marah, tapi juga tidak memalukan kakaknya di depan semua orang.

Mertuaku juga menangis, kenapa anaknya boleh dapat wanita kurang ajar seperti itu. Kakak suamiku juga sudah resign dari kerjaan dia di luar karna mau mengurus rumah tangganya.

Apakah aku bersalah dengan mengucapkan kebenaran ini? Karna cepat atau lambat juga dia pasti ketahuan curang bukan?

Alih Bahasa : OHTrending.online


Lagi Heboh

Loading...

Comments

comments