Setelah Ayah Tiba-Tiba Meninggal, Aku Terus Melapor Kepada Polis Kerana Aku Menemui Sesuatu Di Bawah Katilnya!

Like Page Kami Di Facebook!

Jom Share...

Setelah lulus dari universiti, aku diterima disebuah perusahaan swasta yang besar, gaji juga boleh dikatakan sangat mewah, lingkungan kerjanya juga menyenangkan.

Hidupku sangat berwarna dan bahagia, aku sudah menikah selama 7 tahun lamanya, suamiku membuka perusahaan kecil, dia adalah seorang lelaki yang sangat berbakat, tampan dan boleh diharapkan.

Hidupku boleh sebahagia ini berkat ayahku, ibuku meninggal dunia saat aku berumur 12 tahun, sehingga ayahku menjadi orang tua tunggal yang membesarkan dan menjaga aku hingga aku lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Pada saat aku menikah, ayahku juga menikah untuk kedua kalinya. Idea pernikahan ayahku yang kedua ini adalah idea yang aku ajukan, kerana aku ingin ada orang yang menjaga ayahku sampai lanjut usia, aku takut setelah nantinya aku sudah berkeluarga, tak ada yang boleh menjaga ayahku.

Bagaimanapun juga ayahku sudah ditinggal ibuku selama puluhan tahun, sudah saatnya ayah menemukan pendamping hidupnya yang baru.

Ibu tiri ku sangat cantik, umurnya tak sampai 40 tahun dan ayahku baru berumur 50-an. Ibu tiriku juga seorang janda yang memiliki anak laki-laki berumur 10 tahun. Ibu tiri yang cantik dan ayahku yang tampan, sungguh pasangan yang sepadan, hubunganku dengan ibu tiri juga sangat baik, bagaikan kakak adik.

Waktu cepat berlalu, sudah 10 tahun lamanya ayah dan ibu tiri membangun rumah tangga mereka, ayahku sangat baik dan menjaga ibu tiri dan anaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang, tapi siapa sangka air susu dibalas dengan air tuba!

Pada awalnya ayahku memang memiliki satu kedai elektronik, memang penghasilan dari kedai ini sangat besar, tetapi kerana sudah lanjut usia, jadi ingin melepaskan kedai ini dan pencen saja.

Di umur yang ke-60 ini, ayahku sudah tidak kuat untuk mengangkat almari dan barang-barang berat lainnya, tetapi ibuku tidak setuju dan memaksa ayahku untuk tetap melanjutkan usaha ini.

Dengan tidak malunya ibu tiri marah dan berkata bahwa, jika kedainya diberikan ke orang lain, mau bagaimana mendapatkan biaya yang besar untuk menafkahi anak laki-lakinya sekolah ke luar negeri dan membeli rumah.

Sanggup kata-kata ini terucap! Rumah yang sekarang aku tempati bersama suamiku pun adalah hasil dari kerja keras kami berdua, menabung dan membeli rumah ini, apa hak ibu tiri dan anaknya meminta rumah kepada ayahku! Anak laki-laki yang hanya boleh kelayapan diluar dan sangat manja!

Saat ayahku ingin memberiku wang untuk membeli rumah, sesen pun tak kuterima, aku ingin supaya wang itu ditabung sebagai wang masa tua saja.

Tetapi ibu tiri dan anaknya pasti sudah meracuni pikiran ayahku dan menghabiskan semua hasil jerih payah ayah. Kenapa ibu dan anak ini tidak boleh merasa puas dan bersyukur?!

Ayah sudah semakin tua dan berumur, tidak ada tenaga lagi untuk mengurus kedai, dan berniat untuk mencari penerus untuk meneruskan kedai, niat ayahku terdengar oleh ibu tiri, dan langsung wajah ibu tiri berubah dan marah padaku,”kamu ini!

Sudah meninggalkan rumah ayahmu dan menikah keluar, tapi masih saja berebut harta warisan denganku!”,katanya.

Dua bulan kemudian, ayahku pingsan di kedai dan mati seketika, saat di bawa kerumah sakit, badannya sudah menjadi dingin. Kata pekerja di kedai, mungkin kerana pendarahan di otak, dan ibu tiri menangis sambil memberi tahuku tentang keadaan ayah selama ini.

Selama ini ayah suka minum kopi panas pada malam hari dan kalau ditanya pasti mengatakan ada kegundahan di dalam hati, pagi tadi masih dengan senang makan sarapan, kenapa hanya dalam waktu sekejap sudah tiada.

Kematian ayahku sangat tidak terduga, aku sangat menyesal tidak menjaga ayah dengan baik, aku hanya boleh menangis memeluk tubuh ayahku yang sudah dingin sambil membawa penyesalan.

Setelah ayah dikremasi, pak pengacara mengumpulkan kami sekeluarga sambil memberikan surat wasiat dari ayahku, ibu tiri mendapatkan kedai elektronik, anaknya mendapatkan rumah dan aku mendapatkan tabungan sebesar  60.000.000 .

Saat mendapatkan surat wasiat itu, aku juga tidak menaruh curiga kepada siapapun, kerana aku tahu bahwa ayah adalah orang yang sangat baik dan bijaksana, bagaimanapun juga ibu tiri dan anaknya juga sudah menemani ayahku selama 10 tahun, hidupku sekarang juga sudah berkecukupan, sehingga tidak muncul perasaan curiga.

Tidak berhenti disini saja, saat beres-beres rumah, kutemukan satu kantong racun tikus yang terbuka, tanpa pikir panjang aku pun langsung menelpon pihak polis setempat.

Mendengar kabar ini, ibu dan anak ini terus lari dan takut di penjara. Semakin terpuruk dan kusesali hal ini, aku menyesal telah meninggalkan ayahku dan menitipkannya kepada wanita janda yang berhati busuk!

Setelah sebulan berlalu, akhirnya aku mendapat khabar berita yang ibu tiri dan anaknya kini sudah ditahan pihak berkuasa tempatan. Hasil siasatan, mereka sengaja membunuh ayahku hanya untuk mengambil alih kedai dan semua harta ayah.

Mereka lakukan demikian setelah ayah tidak mahu memberikan mereka sesen pun setelah apa yang mereka lakukan pada ayah. Akhirnya mereka membubuh dadah di dalam kopi ayah, sebelum diam-diam mengambil ibu jari ayah dan copkan di surat wasiat.

Kini mereka sedang menunggu hukuman mati. Aku menyesal kerana ayah telah diperlakukan sedemikian rupa.

Alih Bahasa : OHTrending.online

Nenek 80 Tahun Ini Membuka Warung Mie dan Laku Keras, Tapi Siapa Sangka Setelah Jiran Tetangga Tahu Siapa yang Membuatnya, Mereka Langsung Tidak Mahu Beli Lagi!

Di suatu kota, seorang nenek 80 tahun bernama Hasmah membuka sebuah warung mie baru. Warungnya ini laku keras, rasa masakannya pun sangat enak dan membuat ketagihan.

Tapi, tahukah kamu kalau mau makan mie buatan nenek Hasmah ini ternyata memerlukan pengorbanan? Setiap hari, nenek Hasmah hanya menjual 100 mangkuk mie, tidak lebih 1 mangkuk pun.

Banyak orang yang kemudian berkomentar, “Nenek ini sungguh pelik, sengaja menyusahkan pelanggan yang ingin membeli mie. Walaupun rasanya enak, kita tidak usah ke sini lagi ya!”

Tapi, setiap harinya tetap saja banyak orang yang datang dari pagi untuk boleh menikmati mie buatan nenek Hasmah. Nenek Hasmah yang melihat keadaan itu merasa sangat senang, “Saya tahu banyak orang ketagihan.”

Suatu kali, ada seorang pelanggan yang membeli satu mangkuk mie dan kemudian diam-diam menyelinap menuju dapur. Nenek Hasmah yang melihat hal itu langsung mencegatnya dan berkata, “Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu tidak baca bahwa dilarang masuk ke dapur?”

Konsumen itu menjawab, “Aku cuma mau tambah 1 mangkuk mie. Memangnya apa yang disembunyikan di dapur sampai-sampai semua orang tidak boleh melihat ke dalam?”

Nenek Hasmah berkata lagi, “Kamu bicara sembarangan! Restoran mana yang memperbolehkan pelanggannya dengan mudah untuk masuk ke dapur? Apalagi di sini, bagaimana kalau kamu mencuri resepii rahsianya?”

Semakin nenek Hasmah berusaha mencegah orang masuk ke dapurnya, orang-orang malah semakin penasaran. Ada yang bilang pernah mendengar suara tangisan seorang wanita dari dalamnya dan lain-lain.

Mereka kemudian membulatkan tekad untuk meluruskan semua kabar yang beredar ini dan ingin memaksa untuk meilhat apa isi dapur nenek Hasmah sebenarnya.

Mereka lalu mendatangi warung mie nenek Hasmah, “Kami semua penasaran dengan isi dapur nenek. Pokoknya hari ini kami harus masuk dan melihatnya!”

Selesai mereka mengatakan kalimat itu, tiba-tiba dari dapur terdengar suara seorang wanita yang menangis.

Nenek Hasmah bergumam, “Mengapa dia harus menangis sekarang?”

Dengan enggan nenek Hasmah membuka pintu dapur. Seketika orang-orang itu melihat seorang wanita yang sedang membuat adonan mie sambil menangis dan menyanyikan lagu yang tidak mereka mengerti.

Tiba-tiba ada seseorang yang berkomentar, “Mana boleh mempekerjakan orang gila di dapur?”

Nenek Hasmah menjawab, “Ia berasal dari desa yang sama denganku. Tahun lalu suaminya meninggal dan ia sangat terpukul kerananyanya. Tapi mie buatannya sangat enak, kerananya itulah aku membuka warung mie ini. 100 mangkuk mie yang dijual per hari itu semuanya dibuat dalam pengawasanku dan aku jamin semuanya aman.”

Nenek Hasmah menambahkan, “Semua mie yang dijual itu adalah mie yang dibuat saat ia belum mulai menangis, jadi benar-benar aman.

Resepi mie ini adalah ia dan suaminya yang menemukan, sehingga ketika membuat mie ini, ia boleh tiba-tiba teringat suaminya yang sudah meninggal dan ia akan langsung menangis.

Kerana itu aku membatasi hanya menjual 100 mangkuk saja per hari. Mie yang kena air mata ini tidak akan dijual kepada kalian, lihat saja, semuanya aku buang ke sini.”

Nenek Hasmah kemudian menunjukkan sebuah tempat sampah besar yang berisi banyak adonan mie.

“Apakah kalian tahu bahwa hidupnya berkekurangan? Ia masih harus membesarkan seorang anak, sehingga memohon kepadaku agar membuka sebuah warung mie dan aku pun setuju.

Sekarang, nasib warung ini aku serahkan pada kalian semua, apakah masih akan buka atau malah tutup.” Sebenarnya, nenek Hasmah bahkan tidak mengambil keuntungan sesen pun dari warung mie ini.

Orang-orang itu berkata, “Mie hari ini kami memang tidak mau makan, tapi besok dan seterusnya kami masih akan datang ke sini untuk makan.”

Begitulah warung mie itu tetap buka dan ketika anak wanita itu tumbuh besar, nenek Hasmah dan wanita itu menutup warung mie. Sebelum pergi dari sana, anak wanitu itu membungkuk pada orang-orang dan berkata,

“Terima kasih…”

Alih Bahasa : OHTrending.online

Sumber: BH


Lagi Heboh

Loading...

Comments

comments