Sedihnya la haii! Remaja Perempuan Ini Menelefon Ibunya Sebanyak Tiga Kali Ketika Tengah Dimakan Beruang. Namun Pesanan Terakhirnya Membuat Si Ibu Menangis Histeria!

Like Page Kami Di Facebook!

Jom Share...

“Ma, Tolong! Aku telah dimakan sama beruang!!” teriak Olga Moskalyova, seorang remaja Rusia berumur 19 tahun, dari seberang telefon.

Ketika itu Olga sedang pergi bersama dengan ayah tirinya, Igor, untuk mengambil pancingan yang tertinggal di bantaran sungai. Tak disangka, tiba-tiba seorang beruang betina yang kelaparan muncul kemudian menyerang Igor dan Olga.

Mulanya ibu Olga mengira anaknya hanya bergurau, namun ketika ia mendengar auman beruang dan teriakan Olga kesakitan, ia sedar bahwa putrinya dalam keadaan bahaya.

Ibu Olga berusaha menghubungi suaminya tanpa tahu bahwa sang suami telah meninggal terlebih dahulu akibat digigit beruang pada bahagian leher dan dibenturkan ke batu hingga tengkoraknya pecah. Dalam keadaan panik, ibu Olga segera menghubungi polis serta kerabatnya.

Selang beberapa waktu, Olga kembali menelefon sang ibu. Dengan suara terengah-engah Olga berkata,”Ma, beruang itu kembali lagi.. Ia membawa tiga anaknya dan mereka sedang memakanku Ma!”

Setelah hampir sejam kemudian, Olga kembali menelefon untuk berpamitan dengan ibunya. “Ma, aku udah gak ngerasa sakit lagi… Maafkan Olga untuk segalanya, Olga sangat mencintai mama,” ujarnya.

Ketika sampai di tempat perkara, polis menemukan tubuh Olga dan Igor yang telah habis terkoyak. Pemeritah setempat kemudian mengutus 6 orang pemburu untuk membunuh keempat beruang tersebut.

Serangan beruang memang biasa terjadi di Russia. Namun Ibu Olga tak pernah menyangka bahwa suatu hari beruang-beruang tersebut akan menyerang suami dan putrinya tercinta…

Alih Bahasa : OHTrending.online

Sumber: BH

Dalam Kisah Berlainan. Seorang Bayi Pramatang yang Lahir 18 Minggu Lebih Awal Ini Sangat Kecil Bahkan Organ Tubuhnya Boleh lihat! Tapi Di Foto Terakhir Perubahannya Sekarang Buat Orang Menangis Bahagia!

Bayi pramatang ini telah berjuang untuk bertahan hidup sejak ia lahir 18 minggu lebih awal. Sebagai salah satu bayi pramatang di Inggris, bayi mungil ini telah menantang peluang untuk bertahan hidup.

“Dia adalah keajaiban yang tidak akan terjadi dua kali,” kata ibu bayi Austin Douglas, Helen (30). “Dia telah berjuang sejak hari pertama.”

Helen memiliki sindrom ovarium polikistik dan diberi tahu bahawa dia tidak akan pernah mampu memiliki anak. Ketika dia hamil, banyak orang dan doktor termasuk dia sendiri sangat terkejut. “Sejak dulu, saya diberitahu bahawa saya mungkin akan mengalami menopause dini dan sulit untuk memiliki anak, jadi Austin telah menjadi keajaiban kecilnya sejak awal,”ujarnya. “Ketika saya tahu saya hamil, saya sangat gembira.”

Saat kehamilan Helen berada di tahap 22 minggu, Doktor menyarankan agar Helen dan ayahnya, Rhys (25) untuk melakukan aborsi, peluang bertahan hidup bayi sangat tipis dan dapat membahayakan keselamatan sang ibu.

“Kami ditanya apakah kami ingin melakukan aborsi, mengingat betapa lemahnya dia,” cerita sang ibu.

“Saya pun mengatakan kepada doktor bahawa saya ingin mempertahankan bayi ini semampu saya, dan meminta bantuan mereka untuk melakukan semua yang mereka mampu lakukan untuk mengeluarkan dia hidup-hidup,”tambahnya.

Bayi Austin telah menantang segala rintangan untuk bertahan hidup. Ia akhirnya lahir pada minggu ke-22 dari masa kehamilannya, atau 18 minggu lebih awal dari waktu kelahiran normal. Pada saat lahir, ia lebih kecil dari telapak tangan ibunya, dengan berat hanya 1 pon lebih 4 ons.

“Kulitnya sangat tipis dan tembus pandang. Kami mampu melihat organ tubuhnya melalui kulitnya,” kata Helen. Telinga dan paru-parunya belum berkembang sepenuhnya. Akibatnya, staf medik harus memasukkannya ke dalam inkubator menggendongnya di samping tempat tidurnya

“Itu mengerikan tapi saya tahu dia sudah berjuang keras untuk bertahan hingga detik ini.”

Austin kecil segera dikirim ke Hospital Heartlands Birmingham, dan dirawat di sana selama 7 minggu. Doktor memperingatkan orangtuanya bahawa ia sempat terjangkit infeksi paru-paru dua kali. Tapi pejuang kecil mereka berhasil melaluinya. Sekarang Austin telah dipindahkan ke Hospital Royal Leicester dan keadaannya pun semakin lama semakin membaik.

“Dia telah tumbuh dan berkembang sangat banyak. Hari demi hari, denyut jantungnya semakin kuat dan kini ia telah mampu bernapas sendiri. Saya tak sabar ingin segera memeluknya,”ujar sang ibu.

Jonathan Cusack, konsultan neonatologis di Hospital Royal Leicester mengatakan: “Kami senang dengan keadaan Austin saat ini yang terus membaik, mengingat betapa ia lahir lebih awal dari waktu perkiraan, dia telah menunjukkan bahawa dia adalah seorang pejuang kecil sejati. Dia telah mendapat banyak dukungan dari orang-orang sekitar untuk dapat menempuh perjalanan hidupnya kelak.”

Tidak peduli berapa banyak yang telah mereka alami, dan tidak peduli berapa banyak kesulitan yang ada di depan, Helen sangat menghargai semua orang yang telah membantu dan mengupayakan keselamatan bayinya.

“Saya sangat mencintainya dan saya sangat bersyukur atas semua perawatan yang ia dapatkan selama ini. Sebelum kelahiran Austin, kami tidak pernah berdoa begitu sering. Namun sejak dia datang ke dunia, kami tak pernah berhenti berdoa setiap hari.” ucapnya bahagia.

Alih Bahasa : OHTrending.online

Sumber: TPR


Lagi Heboh

Loading...

Comments

comments