Apa Salah Dia ni? Budak Lelaki Berseragam Sekolah Ini Menjual Barang ini di Tengah Hujan Lebat, Ketika Ditanya Alasannya Telah Membuatkan Netizen Menangis Pilu!

Like Page Kami Di Facebook!

Jom Share...

Kisah budak berseragam sekolah berada di tengah jalan ketika hujan lebat ini membuatkan netizen pilu. Budak itu duduk di pembatas jalan sambil memeluk kantung plastik hitam. Ia duduk terdiam di tengah derasnya hujan pada suatu petang.

Rupanya, budak itu sedang berjualan tisu dan ia enggan untuk berteduh ke seberang jalan. Alasannya pun pilu, yakni kerana tisu jualannya belum ada yang laku satupun. Ia dilarang pulang oleh orangtuanya kalau barang dagangannya itu tak laku.

Sementara kedua orangtuanya, menurut dia, ada di rumah dan sengaja menyuruh dia yang mencari wang. Cerita itu dibagikan oleh pemilik akun Instagram @debiramona.

Ia memposting foto budak kecil itu lengkap dengan seragamnya sambil dihampiri oleh seorang lelaki dewasa, yang tak lain adalah suaminya.

Begini cerita lengkapnya :

Sedih…

Ini cerita kemarin petang dalam perjalanan pulang dengan suami ditengah derasnya hujan menyusur kota pekanbaru kami melihat seorang anak laki-laki mengenakan seragam sekolah TK sedang duduk di pembatas jalan, tepat nya dijalan soekarnohatta depan SPBU sblum simp 4 SKA.

Awalnya kami tidak begitu mmperhatikan si anak. Tp setelah lalu tepat disampingnya kami merasa ada yang aneh, kenapa dia tetap duduk ditengah jalan tanpa ada keinginan sedikitpun utk berteduh keseberang jalan.

Kami pun berhenti dr seberang jalan & menjerit si anak utk segera kepinggir jalan dan berteduh tp dia hanya mnggelengkan kepala. Lantas suami turun dan mendekati sianak yang ttp duduk dipembatas jalan tsb..

S : Buat apa disini? Kan hujan?

A : Tak ada

S : Ayo berteduh kesana? Nanti sakit..

A : …Cuma diam..

S : Itu apa yang dipegang (Dalam plastik kresek warna hitam)

A : Tisue

S : Buat apa tisuenya?

A : Buat dijual

S : Ooo, tapi kan ini lagi hujan. Pulang dulu sana.. Memangnya siapa yang nyuruh?

A : Mama, belum ada yang laku bg, belum boleh pulang

S : Orang tuamu dimana? Bapak masih ada?

A : Ada, lagi dirumah sekarang

S : Jadi tak mau pulang ni? Kalau abang beli tisuenya mau pulang?

A : Kalau blum ada yg kejual blum bg, kalau abg beli mau..

S : Mana tisuenya? Brp satu?

A : Ini bang ( Sembari ngeluarin tisue yang disimpan dpn plastik hitam). Sepuluh ribu satu bg..

S : Oke abg beli tp kamu pulang ya? Dimana rumahnya?

A : …(cm diam sambil nunjuk ke sembarang arah)

Akhirnya si anak mau berdiri dan ikut dg suami keseberang jalan. Sya hanya berpesan agar dia tak kembali lagi ke pembatas jalan, dengan langkah lesu si anak pergi. Yang membuat prihatin itu, knp ada orang tua yang sanggup menyuruh si anak melakukan kerja ini sedangkan org tua enak dirumah..

Kmn hati nuraninya? memanfaatkan anak sekecil itu utk mencari wang… Haruskah anak turun kejalan mencari nafkah yang semestinya itu menjadi tanggung jawab orangtua???

Sedih!!!!

Siapapun orang tua dari anak ini, atau kalau ada yg mengenali si anak, tlg jgn lagi dibiarkan anak tsb turun kejalan seperti ini!!! #Saveanakindonesia

#kpai #Kemensos #LPAI

Kisah budak itu menarik simpati netter, kebanyakan mereka menyayangkan sikap orangtuanya.

Ini kata mereka :

fitrio_deviantony: Duh….astagfirullah….tidak bersyukur orang tuanya

agus_limsy1802: Saya pernh ketemu sama ni anak. Dia jualan tisu emg 10 ribu 1 Mreka berdua ada 1 org lagi perempuan seusia dia juga

indraa_syahputra: Semoga niat baik mbak dan suami dibalas ya, serius terharu..

nobonnamora: Positive thinking aja dulu siapa tau ortu nya sakit dirumah dan si anak yang mencari nafkah buat ortu nya.

Sumber: Tribun

Lain pula Cerita di Utara China, Dia Dirantai Selama 22 Tahun dan Menjalani Hidup Dalam Kegelapan Setiap Hari! Siapa Sangka Kenyataan Dibaliknya Buat Para Pembaca Naik Gila!

Seorang pemuda botak bernama Liu Geng Ma diikat dengan rantai di sebuah gubuk cukup di China. Dia yang berumur 30 tahun ini telah dirantai selama 22 tahun.

Alasan dia diikat kerana sejak umur 8 tahun, dia mengalami demam tinggi dan kehilangan akal sehatnya. Dia akan sembarangan memukul orang, melukai orang, kerana itulah dia diikat.

Liu Yuan De, ayahnya yang berumur 80 tahun juga sudah mengalami penurunan motorik. Mereka yang sudah tua tidak boleh melakukan pekerjaan berat lagi. Rumah mereka sekarang juga diurus oleh Nyonya Liu. Hidup mereka susah, selalu terlintas di benak mereka ingin menyerah merawat Liu Geng Ma, tapi mau bagaimana dia adalah anak mereka.

Kerana sakit Liu Geng Ma adalah sakit yang berkepanjangan, dukungan dari keluarga juga tidaklah sedikit. Mereka bukanlah orang yang kaya, kerana itulah hampir setiap hari mereka menggantikan nasi dengna mie buatan mereka sendiri yang hanya dicampurkan kecap.

Ayahnya berkata,「Jangan lihat sakitnya begini, sekali makan itu berporsi – porsi!「. Takut mangkoknya dibanting, 22 tahun ini ayahnya lah yang menyuapinya makan. 「Liu Geng Ma tidak akan sembarangan menyerang orang, dia juga denger kata – kata aku. Dia tahu lapar dan haus, hanya aja dia tak boleh berkata – kata.「

Saat cuaca musim panas datang, ayah ibunya pasti menggundulinya agar dia tidak merasa kepanasan. Hanya dengan lampu seadanya, ayah ibunya mulai mencukur rambutnya.

Ini adalah foto ibunya mencuci kepalanya Liu Geng Ma. Ayahnya takut air sabun masuk ke matanya.

Sehabis ibunya membersihkan kepalanya, giliran ayahnya yang membersihkan seluruh tubuhnya. Sebagai negara 4 musim, Liu Geng Ma tidak perduli dingin atau tidak, dia akan tetap telanjang. Saa tmusim dingin, ayahnya hanya menggunakan perapian kecil untuk menghangatkannya.

Dari dulu mereka sudah berusaha untuk mengubati penyakitnya, namun tidak ada penyakit yang dia derita! Kerana tidak memiliki wang lagi, dia tidak boleh lagi melanjutkan pemeriksaan rutinnya.

Setelah membersihkannya, Liu Geng Ma kembali tidur di pojokan ranjangnya dan ayahnya dengan lampu seadanya membersihkan sisa – sisa rambut yang berjatuhan. Dilihat dari fotonya, kamar Liu Geng Ma gelap sekali ya!

Kalau Liu Geng Ma menggila, dia akan mencari sesuatu yang merobek – robeknya! Pernah sekali ayahnya membelikan karpet yang menghasilkan panas dikoyak – koyakan menjadi sebutir – butir olehnya kerana dia marah mengapa karpet itu panas!

「Setiap hari dia dikurung di sini, satu katapun tidka dia keluarkan. Dia suka membantingkan kepalanya di tembok, lama kelamaan temboknya pun mulai retak oleh kepalanya「, jelas ayahnya.

Tidak hanya tembok yang membekas, dahi depannya juga membekas luka bantingan.

Orangtuanya hanya boleh melihat Liu Geng Ma dari pintu. Mereka selalu merasa bersalah kerana tidak boleh menyembuhkan anaknya. Entah ada dosa apa yang mereka lakukan dulu terhadap anak mereka.

Demi keamanan, ayahnya membuat jendela dari kayu dengan satu lubang kecil. Jika terjadi sesuatu, Liu Geng Ma boleh berteriak dan terdengar dari jendela kayu itu.

Kamarnya haurs bersih dari segala macam barang yang tajam. Liu Geng Ma boleh mengambil barang yang ada disekitarnya dan melukai diri sendiri. Jadi setiap hari, ayahnya harus memeriksa apakah ada barang yang tajam agar tidak terjadi sesuatu yang berbahaya.

Ayah ibunya tahu, seberapa lama lagi mereka boleh menjaganya, mereka harus segera mencari orang yang menjaganya, atau, menyembuhkan Liu Geng Ma menjadi normal kembali.

Beberapa waktu yang lalu, ayahnya telah divonis mengidap penyakit paru – paru. Tampak dia sudah lemah dan tidak sanggup banyak berjalan lagi..

Mimpi mereka hanyalah, ada panti asuhan yang mau menerima anaknya. Semoga saja setelah artikel ini di share-kan, ada panti asuhan yang melihat dan mau menjaganya ya.

Alih Bahasa : OHTrending.online

sumber : toutiao


Lagi Heboh

Loading...

Comments

comments