Baru Dinaikkan Pangkat Jadi Pengarah, Wanita Hina Nenek Si Penyapu Jalanan. Saat Nenek Ini Membuka Jaketnya, Wanita Ini Terdiam !

Like Page Kami Di Facebook!

Jom Share...

Dalam kehidupan di sekitar, kita tidak akan menduga banyak orang boleh melakukan apa saja, bahkan dengan baju yang biasa – biasa, atau wajah yang tidak menyokong, itu tidak dibolehkan di status dan kekuatan di balik fizikalnya besar.

Jom kita lihat cerita sebenar di bawah ini

Seorang wanita berumur 40 tahunan, yang baru saja menjadi pengarah di sebuah syarikat, membawa anak lelakinya datang ke pejabat untuk makan.

Selesai makan, anak lelakinya membuang plastik bekas makan di lantai, dan datanglah seorang nenek dengan penyapu datang dan menyapu bersih sampahnya …

Wanita yang baru menjabat jadi pengarah ini, melihat nenek ini menyapu, dengan baju biasanya, wajahnya yang sudah berkeriput bukannya bersara, malah jadi tukang sapu,

Kerana itulah dengan senyum sinisnya dia bilang ke putranya, “Nak, sudah besar nanti rajin belajar ye, jangan jadi seperti orang tua sana, lihat tu, sudah tua tapi masih ngambil sampah!”

Anak lelakinya yang masih belum mengerti apa – apa, hanya angguk – angguk.

Nenek ini melihat kesombongan wanita ini, dia bertanya, “Mohon maaf, tumpang nanya, kamu siapa ya di syarikat ini

Dengan angkuhnya dia menajwab, “Aku pengarah baru di sini … dah kenapa?”

Nenek ini hanya angguk kepala tak menjawab.

Dari jauh datang seorang lelaki dengan sut rapi, menghampiri nenek ini.

“Puan CEO, sebentar lagi mesyuarat akan berjalan, sila masuk ke bilik puan dulu ye.”

Nenek ini buka jaket lusuhnya, dan kelihatan baju dan jas rapi di balik jaket yang lusuh, ternyata dia adalah pengasas syarikat ini, tanpa mengubah ungkapan, dia berkata kepada lelaki itu, “En Razik, tolong ya cabut jawatan wanita sombong ini, kita tak perlu orang sombong seperti dia di syarikat kita, nanti habis penuh sifat negatif kat sini.”

Lelaki itu pun mencatat nombor pekerja wanita ini dan di hari itu dia dipecat!

Wanita ini tak boleh menjawab apa – apa, terpaku, nenek CEO ini berkata kepada anaknya, “Aku memecat mamamu, berharap kamu mengerti, menjadi orang besar bukan ditentukan dengan kepintaran orang itu, tetapi bagaimana kita, orang besar, mampu menghargai orang – orang yang rendah di bawah dan membantu mereka. “

Ladies and Gentleman, hidup itu seperti roda, banyak skop lingkup kehidupan orang lain yang tak kita mengerti.

Jangan pandang seseorang hanya dari luar fizikalnya, tetapi hargailah setiap orang.

Sumber: Medsos via sehinggit

Artikel Trending: Seorang Ayah Bungkus Anaknya Dalam Plastik Lalu Menyelam Dalam Sungai, Puncanya Buat Ramai SEBAK !!! 

Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. Peribahasa lama tersebut memang ada benarnya, peranan ibu yang lembut dan menyayangi kita seolah membuat ibu menjadi pahlawan nombor satu. Namun, bagaimana dengan ayah?

Watak seorang ayah selalu dikaitkan dengan jiwa yang keras dan sifat yang tegas. Jarang seorang anak tidak akur dengan ayahnya hanya kerana sifat seorang lelaki maskulin tak boleh dibandingkan dengan kelembutan wanita.

Namun, bukan berarti dengan ketegasannya tak ada rasa sayang untukmu, kan? Seperti Video ini mungkin akan jadi bahan renungan untukmu tentang betapa besarnya kasih sayang seorang ayah.

Ayah mana yang tidak ingin melihat seorang anak hidup bahagia dengan mendapat pendidikan yang tinggi? Pastinya semua ayah akan mati-matian berkorban demi melihat anaknya bersekolah. Mungkin itulah yang dirasakan oleh seorang ayah berasal dari Desa Lang Sam, Provinsi Dien Bien, Vietnam Utara ini.

Agar puteri tercintanya tiba di sekolah dengan selamat, dia rela mengorbankan nyawanya sendiri. Bermodal sebungkus kantong plastik transparan berwarna putih.

Si ayah ‘membungkus’ puterinya semata-mata agar ia tidak basah kuyup. Meskipun saat itu arus sungai sangat deras, tak menyurutkan semangat si ayah untuk menyeberang sungai.

Menurut informasi dari Viral4Real, sungai di desa Lang Sam tersebut memang seringkali dilanda banjir. Apabila hujan deras tiba, aliran sungai meluap dan mengakibatkan debit air yang bertambah.

Hal inilah yang menyebabkan anak-anak di desa tersebut tak bisa berangkat ke sekolah.

Beruntung, mereka berdua selamat sampai di seberang sungai. Selesai melepas ikatannya, sang anak pun merapikan sedikit rambut dan pakaiannya, kemudian berlalu untuk menuntut ilmu.

Entah, apa yang akan dilakukan sang ayah nantinya, akankah ia tetap menunggu anaknya agar kembali pulang bersamanya? Yang pasti, pengorbanan sang ayah ini sedikit banyak pasti mengingatkan kalian akan kasih sayang sejati seorang ayah.

Video Berkenaan :

Kredit : KapanLagi


Lagi Heboh

Loading...

Comments

comments