Gadis Ini Sedang Berbasikal Malam dan Selfie Seperti Biasa, Namun Ternyata Itulah Gambar Terakhir yang Dia Abadikan Sebelum Dia Meninggal!!

Like Page Kami Di Facebook!

Jom Share...

Carmen Greenway (41) seorang wanita asal London, Inggris harus mengakhiri hidup akibat hobinya sendiri.

Carmen dikabarkan jatuh dari sepeda saat dalam perjalanan pulang usai merayakan ulang tahun sang ibu.

Ibu dua anak ini dikabarkan melakukan tindakan yang sudah sering dilarang banyak pihak, bermain handphone.

Diberitakan Metro.co.uk, Carmen meninggal dunia usai mencoba lakukan foto selfie pada malam hari.

Saat itu dirinya sedang bersepeda dengan satu tangan, Carmen mencoba mengambil selfie, tapi ternyata dirinya melewati jalanan yang bergelombang. Carmen kemudian kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Namun, dirinya terjadi dengan posisi yang akhirnya mematahkan tulang dan Carmen meninggal saat dirawat di Rumah Sakit St Mary di Paddington, London.

Namun, sang suami Rufus Greenway pun akhirnya mempublikasikan foto selfie yang berujung mautnya itu.

Carmen dan keluarga memang hobi bersepeda. Dirinya sering melakukan itu di berbagai tempat.

Rufus, kepada Telegraph.co.uk, menjelaskan kalau sang istri sering lakukan selfie bersama rekan kerja saat melakukan bisnis.

Hidup sehat dan bersepeda adalah pilihan Carmen.

Namun, ketika ditanya terkait keamanannya, Rufus mengaku jarak dari rumahnya ke kediaman sang ibu masih dekat.

Pasalnya, jika dilihat dari foto, Carmen tidak mengenakan helm. Menurut Rufus kejadian itu sangatlah tidak beruntung.

Hal itu terjadi bertepatan saat Carmen tidak mengenakan pengaman.

Bukan hanya saat berbisnis, ketika dengan keluarga pun Carmen sering lakukan selfie dan selama ini tidak pernah ada masalah yang menghampiri.

Saat ini keluarga sedang berduka, terutama kedua anaknya. Kehilangan ibu mereka di usia muda membuat hidup mereka seakan runtuh.

Rufus pun mengaku kesedihan dirinya dan keluarga sangatlah mendalam.

Tidak dapat dipungkiri memang saat berkendara, ada baiknya fokus dan tetap menempatkan kedua tangan di setir.

Hal ini adalah dasar dari berkendara itu sendiri.

Akan tetapi, perkembangan teknologi dan perubahan sifat serta kebiasaan manusia justru pada akhirnya membahayakan diri sendiri.

Carmen adalah salah satu buktinya. Memang, terkesan keren ketika kita ber-selfie dan dapat diunggah ke sosial media.

Semuanya terlihat sangat sempurna, tapi kita tidak tahu kapan masalah akan menghampiri. Tidak ada salahnya berhati-hati dengan menambah pengamanan.

Selain itu, tidak menggunakan handphone sama sekali saat berkendara.

Bukan hanya sepeda, tapi juga motor dan mobil. Kendaraan adalah moda transportasi yang membutuhkan fokus pengguna penggunanya.

Ketika pada akhirnya tidak bisa menjaga diri sendiri, bagaimana kita bisa melindungi orang-orang sekitar?

Diedit Oleh : OHTrending.online

Wanita Ini Mengurung 4 Orang Anaknya Selama Setahun Bahkan Tidak Memberi Pakaian! Rupanya Ini yang Terjadi…

Baru-baru ini ditemukan di suatu tempat di Taiwan ada seorang ibu yang mengurung 4 orang anaknya yang berumur antara 5-16 tahun selama lebih dari 1 tahun.

Tidak hanya itu, anak-anak ini bahkan tidak dipakaikan baju oleh mamanya. Setelah dokter datang dan memeriksa mereka, 3 dari 4 anak ini bahkan sampai menderita autisme.

Ketika beberapa orang wartawan dan petugas kesahatan datang ke rumah ini, mereka menemukan sebuah rumah yang sangat berantakan dan ada bau yang kurang enak di mana-mana.

Orang-orang setempat mengatakan kalau Ibu Fu yang tinggal di rumah ini sering ditinggal sendirian bersama 4 orang anaknya karena suaminya harus bekerja di luar kota itu dan terkadang sampai hampir setahun.

Selama setahun terakhir ini, Ibu Fu melarang anak-anaknya keluar, bahkan tidak memakaikan baju buat mereka.

Waktu wartawan dan petugas kesehatan datang, Ibu Fu mengurung 3 orang anak yang mengalami autisme itu di dalam sebuah ruangan.

Waktu para dokter mau melihat keadaan anak-anak itu, Ibu Fu berdalih dengan mengatakan anak-anaknya nggak berani bertemu dengan orang lain dan Ibu Fu berusaha menjauhkan para dokter dari kamar itu.

Setengah jam berlalu dan para dokter tetap gigih memperjuangkan usaha mereka dan akhirnya Ibu Fu mengizinkan mereka masuk.

Saat mereka masuk, salah seorang perawat bertanya pada anak-anak itu, “Hai de, kamu namanya siapa? Kamu tahu nggak kamu cowok atau cewek? Baju yang aku pakai bagus ngga?”

Setelah pemeriksaan yang cukup panjang, dokter mengatakan kalau Ibu Fu sendiri menderita autisme ringan dan tentu saja, anak-anak yang dikurung dalam waktu lama pertumbuhannya juga sangat tidak normal.

“3 orang anak ini jelas terserang autisme. Bahasa mereka juga sangat terbatas. Keadaan yang mereka tinggali selama ini tentu saja berpengaruh besar.

Tapi kelainan jiwa yang dialami anak-anak ini masih bisa disembuhkan setelah pengobatan berjangka.”

Tanggal 4 bulan Oktober kemarin ini pihak kesehatan memutuskan untuk memeriksa Ibu Fu dan keluarganya.

Tapi sayang karena Ibu Fu sangat tidak kooperatif, pihak rumah sakit terpaksa menempatkan dokter ahli kejiwaan untuk menangani Ibu Fu.

Sampai saat ini, pemerintah sedang terus berusaha untuk menangani biaya pengobatan Ibu Fu serta biaya pendidikan dari anak-anaknya.

Diedit Oleh : OHTrending.online


Lagi Heboh

Loading...

Comments

comments